Mensyukuri Hal-Hal Kecil

Dan pagi ini, aku dikejutkan dengan LCD laptop yang tiba-tiba berubah menjadi mbleret eh mbleret ki opo si bahasane hahaha, pokoknya eror LCDnya ngehang dan hilang semua yang terlihat di layar. Tapi anehnya, audio yang kusetel dari Youtube masih menyala nyaring dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Menemukanmu Adalah Takdir yang Kunanti Sejak Lama, Terima Kasih Suamiku

Di tengah-tengah gema tadarusan yang menyemarakan syahdunya Ramadan, aku dan mas berbincang melalui frekuensi telepon genggam. Kami berbincang. Berdiskusi tentang bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi rindu yang tak lagi terbendung. Rindu yang kami sama-sama tahu tidak akan baik bila dipelihara sedangkan di antara kami belum ada ikatan apa-apa.

Berkat happyOne, Travelling Kemanapun dan Kapanpun Jadi Happy

Selain punya julukan digital nomaden, aku ini bisa dibilang juga sebagai kutu loncat yang kerja dan mainnya bisa pindah-pindah tempat, pindah kota, bahkan pindah propinsi. Nggak kenal waktu dan nggak kenal jarak jauh. Selama masih bisa dijangkau dengan kereta api, pesawat dan moda transportasi lain ya aman-aman aja. GASKEEEEUUUUUUNNNN. Dibilang capek, ya capek. Dibilang bosan…

Tentang Perspektif: Menjadi Generalis Atau Spesialis

Beberapa waktu yang lalu, aku dihadapkan pada suatu statement, yakni: Menjadi spesialist itu memang penting, tetapi akan lebih baik bila kita bisa menjadi seorang generalist. Well, noted. I’m trying so hard to understanding this statement while other of my friend said this kind of sentences to me: Sudah, kamu itu cukup jadi penulis saja. Jangan…

Barangkali Bukan Aku

yang kamu cari yang kamu butuhkan yang kamu inginkan untuk ada menemani pagi, siang, malammu menemani sehat hingga sakitmu menemani luang dan sibukmu barangkali bukan aku yang tangannya ingin kamu genggam yang malamnya ingin kamu bahagiakan yang bersamanya kamu rasa surga begitu dekat adanya barangkali bukan aku yang pantas mendapatkan seutuhnya kamu yang akan kamu…

Ilalang Menuju Pulang

“Ini, untukmu” katamu sambil memberiku sepucuk ilalang dalam perjalanan pulang menuju basecamp. Aku menerimanya dengan tersenyum. Sambil memutar-mutar ilalang itu, kamu berkata, “aku mungkin tak seromantis laki-laki lain yang memberikan bunga kepadamu setiap waktu. Tapi aku akan memberikan apa-apa yang ada dalam diriku yang orang lain bahkan belum tentu kepikiran untuk memberikan itu kepada seseorang…

Bapak, Laki-laki yang Tidak Akan Pernah Bisa Menikahkanku

Apa impian terbesarmu dalam hidup? Akan selalu ada impian yang benar-benar menjadikan kita menjadi pemimpi dalam waktu yang lama. Akan selalu ada hal yang membuat kita lebih teguh untuk bersujud, sambil mengurai air mata dan membiarkan lantai basah karena sesenggukan yang tak berkesudahan. Akan selalu ada hal-hal yang membuat diri kita bersabar lebih lama, meski…