Ramadan Pertama dalam Kondisi Hamil

Tidak ada yang mengira bahwa aku akan hamil secepat ini, setelah menikah dan alhamdulillah langsung diberikan amanah. Tak terkecuali aku. Meski tidak menunda, namun aku benar-benar tidak menyangka bahwa tepat setelah menikah Allah berikan amanah yang luar biasa. Amanah yang bisa membuatku mengharu biru setiap harinya jika mengingat bagaimana rasanya sakit luar biasa menjadi seorang ibu hamil.

Lebih dari itu, menjadi wanita hamil membuatku merasakan kasih sayang yang lebih, lebih dan lebih lagi luar biasa dari suamiku. Saking luar biasanya, rasanya air mataku terus mengalir sebab syukur tiada henti karena telah diberikan suami dan keluarga yang terus support.

Ini Ramadan kelima dan aku sudah bolong untuk kedua kalinya. Sedih bukan main rasanya karena Ramadan ini belum bisa beribadah secara maksimal karena kondisi badan yang tidak mendukung untuk puasa penuh. Alhasil, dengan sangat terpaksa aku harus merelakan untuk tidak puasa.

Aku punya masalah pencernaan yang sepertinya cukup serius sejak sebelum hamil. Namun, masalah lain muncul ketika hamil. Dan rasa sakit yang awalnya biasa saja aku rasakan saat masih sendiri kian menjadi saat hamil. Selain perut menjadi begah, tubuh rasanya lunglai bukan main karena menahan sakit dan harus berusaha tetap kuat.

Setiap kali mengeluh, beruntun suami selalu menguatkan. “Sabar ya, nggak apa-apa. Pahalanya ibadah ini buat kamu, nggak semua orang ngerasain rasanya berjuang hamil dan ngerasain berkahnya sakit yang kamu rasain.” Bersyukur, tapi sedih. Bingung setiap ditanya rasanya gimana dan cuma bisa nangis aja saking nggak bisa mendeskripsikan rasa sakitnya.

Sering banget ngobrol sama si bayik buat kuat nemenin ibunya dan berjuang bareng dari dalam perut. Kasih afirmasi positif ke si bayik biar tetep kuat dan sabar bareng. Tapi tetep melow rasanya karena nggak bisa sekuat yang aku bayangkan.

Dulu pernah ngebayangin kalau hamil masih bisa jalan-jalan sehat, masih bisa keliling-keliling gitu, masih bisa kerja tanpa takut ngedrop, masih bisa makan apa aja atau minimal makan secara normal. Qadarullah semuanya berbalik. Sekarang pegang laptop nggak bisa setiap waktu karena nggak bisa lama-lama duduk. Kecapean dikit bisa langsung demam dan ngedrop. Allahu Akbar.

Terima kasih mas, karena telah bersabar mendampingi. Kuatkan aku ya, mas :”)

Mohon doanya ya, teman-teman yang baca, semoga Allah kuatkan dan lancarkan sampai persalinan nanti :”)

Menikah, Pencapaian yang Melegakan

Kehidupan setelah menikah itu tentang syukur, tentang menerima, tentang legowo tur ora maido alias nerimo ing pandum. Kalo suami meriang, ya istri yang ngerawat. Kalo istri yang meriang, ya suami yang ngerawat. Kalo mood salah satu lagi nggak bagus, ya yang satunya yang ngimbangin biar suasana jadi nggak canggung satu sama lain.

Dulu, aku seringkali meracau — membayangkan akan dengan siapa aku akan menikah nanti. Membayangkan baik dan buruknya, beserta segala ketakutan yang mengiringi di dalamnya. Hingga memunculkan begitu banyak pertanyaan yang sedikit banyak membuat ragu pun takut untuk menikah.

Akankah laki-laki baik yang akan mendampingiku kelak? Atau aku akan mendapatkan laki-laki biasa saja? Akankah kehidupan pasca menikahku akan menyenangkan atau justru malah menyedihkan? “Wallahu alam,” pikirku waktu itu.

Dan ternyata menikah nggak segampang itu. Kehidupan setelah menikah itu nggak seindah telenovela yang isinya cinta-cintaan melulu. Dramanya ada, sedihnya ada, senengnya juga banyak.

Kehidupan setelah menikah itu tentang syukur, tentang menerima, tentang legowo tur ora maido alias nerimo ing pandum. Kalo suami meriang, ya istri yang ngerawat. Kalo istri yang meriang, ya suami yang ngerawat. Kalo mood salah satu lagi nggak bagus, ya yang satunya yang ngimbangin biar suasana jadi nggak canggung satu sama lain.

Kalo lagi sama-sama bosen, ya ngobrol solusinya gimana. Nggak malah diem-dieman atau malah ngelakuin hal mudharat lainnya. Kuncinya komunikasi. Karena menikah itu butuh kesiapan. Nggak cuma soal uang, nggak cuma soal materi, menikah itu butuh kesiapan mental yang akan terus diuji sampe tua nanti.

Bersama-sama menuju ke arah baik, dari yang awalnya hanya berdua, jadi bertiga, berempat atau berlima. Dari yang punya banyak materi atau mungkin lagi nggak ada sama sekali duit. Dari liat pasangan pas lagi cantik-cantiknya atau ganteng-gantengnya sampe liat pasangan dengan parasnya yang lagi sakit dan nggak sempet cuci muka.

Menikah itu melegakan, sekaligus menguji keimanan. Maka jika belum siap, lebih baik fokus kepada mempersiapkan. Karena kelak tanggung jawab peran setelah menikah itu juga dihisab di hari dimana semua manusia dibangkitkan.

Selamat mempersiapkan! ūüôā

Mensyukuri Hal-Hal Kecil

Dan pagi ini, aku dikejutkan dengan LCD laptop yang tiba-tiba berubah menjadi mbleret eh mbleret ki opo si bahasane hahaha, pokoknya eror LCDnya ngehang dan hilang semua yang terlihat di layar. Tapi anehnya, audio yang kusetel dari Youtube masih menyala nyaring dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Hari ini aku dibuat panik bukan main ketika sedang bekerja dengan laptop tercinta. Bukan kali pertamanya aku dilanda panik, tetapi setiap kali menyinggung soal pekerjaan, entah mengapa tingkat kepanikan dalam diriku serasa memuncak.

Meski di luar selalu terlihat baik-baik saja, tidak banyak yang tahu bahwa seorang Septi mengidap penyakit panik yang luar biasa dan teledor yang super duper njiengkeliiiiii HAHAHAHA.

Dan pagi ini, aku dikejutkan dengan LCD laptop yang tiba-tiba berubah menjadi mbleret eh mbleret ki opo si bahasane hahaha, pokoknya eror LCDnya ngehang dan hilang semua yang terlihat di layar. Tapi anehnya, audio yang kusetel dari Youtube masih menyala nyaring dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Singkat cerita, aku yang sedang bercanda dengan mas langsung mendadak panik dan lari ke laptop. Kumatikan dan kunyalakan berkali-kali hasilnya masih sama. Belum panik, masih mencoba khusnudzon, berbaik sangka mungkin laptopnya panas, tapi tetap tidak bisa.

Mulailah panik, kirim chat ke sana ke mari untuk tanya-tanya dimana lokasi service Mac di Semarang. Satu persatu kutanyai detail, dan qadarullah banyak yang tidak tahu. Dan aku mulai panik.

File kerjaan gimana ini,

File kuliah gimana,

File ini, file itu belum di backup di drive dan di laptop semua

Gimana kalau beneran rusak dan harus ganti LCD,

Gimana kalau harus ngulang semua dari awal,

Gimana kalau begini, gimana kalau begitu…….

Dan beruntungnya, aku punya suami yang level paniknya nggak separah istrinya alias beliau yang menenangkanku pas lagi embuh-embuhnya.

Kami bersiap-siap menuju ke tempat kami membeli laptop, sambil memberesi apa saja yang akan kami bawa, kami masih berbaik sangka sambil berpikir tentang banyak hal, termasuk:

Hak¬†mana¬†yang¬†belum¬†kami¬†keluarkan,¬†sehingga¬†kami¬†diingatkan¬†dengan¬†cara¬†seperti¬†ini?¬†Barangkali¬†ini¬†hal¬†yang¬†sepele¬†untuk¬†sebagian¬†orang.¬†Namun,¬†kami¬†percaya¬†bahwa¬†ketika¬†kami¬†diuji¬†dengan¬†harta,¬†kami¬†akan¬†merenungi¬†“apakah¬†ada¬†hak¬†orang¬†lain¬†yang¬†masih¬†belum¬†kami¬†penuhi,¬†sehingga¬†Allah¬†ingatkan¬†kami¬†dengan¬†cara¬†yang¬†menyedihkan?

Tiba-tiba di salah satu chat terselip satu nama yang tidak asing bagiku dan mas tentu saja. Nama ini pernah kuhubungi ketika aku sedang mencari Mac Pro sebelumnya. Dan alhamdulillah setelah tanya jawab panjang, berujung kalimat yang begitu membuat kami semakin berbaik sangka “Nanti saya coba bantu ya, Mba. Saya kenal orangnya. Dia temen saya. Nanti saya coba bantu ngomong baik-baik karena mbak nggak tau kualitas barang yang dibeli. Lagi dapet apes mungkin mbaknya.”

Saat kami sampai pun, kami tidak bertemu dengan yang bersangkutan, kami meninggalkan laptop dan menunggu di toko sebelah sambil menemani mas membuat desain undangan. Ada sekitar 4 jam kami menunggu dengan gelisah — wkwk aku sih yang gelisah parah. Karena pikiran kemana-mana, terutama soal kerjaan yang mostly di laptop semua.

Akhirnya, kami memutuskan kembali datang ke toko sambil berharap semuanya baik-baik saja. Smartphone ku berdering, si mas-mas yang mau bantu ini sudah menelepon ybs untuk mempermudahku karena aku sebagai korban yang tidak tahu apa-apa di dunia per-Macbook-an.

Sesaat, begitu kami sampai, kami menengok ke toko apakah ybs sudah datang sambil berjalan menuju ke musala. Selepas salat, aku bahkan sudah ikhlas untuk meninggalkan laptopku di toko untuk dicek keesokan harinya kalau memang hari ini belum bisa.

Qadarullah, saat sudah ikhlas dan yowislah bismiilah, kami mampir ke toko dan mendapati yang jaga toko adalah si bos pemiliknya. Ya Allah seneng dan lega, ditambah LCDku akhirnya diganti GRATIS sebagai bentuk pertanggungjawaban ke kustomer. Ini juga tidak lepas dari bantuan Allah lewat masnya yang bantuin aku dengan telepon ke bosnya yang juga ybs ini.

Bersyukur bukan main karena aku dan mas nggak jadi keluar uang 2.7juta untuk LCD saja (belum ongkir). Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah akunya udah bisa hepi lagi.

Dan yang menyenangkan dari setiap proses kepanikan itu, Allah memberikan seorang pendamping yang sabar dan selalu ada. Beliau selalu menggenggam tanganku ke manapun, sepanik apapun sambil berusaha menenangkan tanpa protes. Iyaaa mas tu protesnya kalau masalahnya dah selesai, protesnya lebih ke ngingetin tapiiii wkwkwk:

“tuh¬†kan,¬†jangan¬†panikan¬†dulu,¬†tenang.¬†Allah¬†tu¬†bantuin¬†kok.¬†Allah¬†tu¬†nggak¬†tidur.¬†Khusnudzon¬†aja,¬†kita¬†lagi¬†diingetin.¬†(((terus¬†akunya¬†ketawa-ketawa)))¬†Kamu¬†sih,¬†kalo¬†panikan¬†hmmmmmm¬†semuanya¬†aja¬†berasa¬†salahhhh,¬†termasuk¬†suaminya¬†ini.¬†Ditemenin¬†kok¬†ditemeniiiiinnnn¬†:))”


Pelajaran yang kami ambil ketika uang kami dipaksa keluar pun juga selalu sama, yakni instropeksi. Apakah kami belum mengeluarkan hak orang lain yang ada pada diri kami? Jika iya, maka tugas kami yang lain kali tidak boleh lalai karena Allah tidak akan pernah mengambil apa yang telah menjadi milik kita.

Btw, meski laki-laki dicap nggak peka, tapi dari mas aku belajar bahwa yang tenang, bukan berarti nggak peka. Mereka (suami) hanya berusaha untuk lebih terlihat tenang agar bisa menenangkan pasangannya.

Nek jare mas, sih: “Kalau kamu panik dan aku ikutan panik, siapa yang bakalan nenangin kamu biar lega dan nggak panik? Siapa yang bakalan nemenin kamu kalau dua-duanya panik?”

Maapin istrimu ya, mas. Terima kasih telah bersedia mendampingi dedek panikan yang satu ini. Makasih ya Allah sudah dikasih suami yang teramat sangat sabar dan sayang. I love you, mas ‚̧ ‚̧

Mempersiapkan Detail Pernikahan Mandiri dengan Calon Suami

Bagi kami, nikah bukan soal gengsi, nikah adalah tentang menyempurnakan agama dengan cara yang baik, mulai dari prosesnya, persiapannya, hingga pelaksanaannya bahkan sampai detail acaranya pun.

Nikah itu mudah, yang susah itu gengsinya...

Bagi kami, nikah bukan soal gengsi, nikah adalah tentang menyempurnakan agama dengan cara yang baik, mulai dari prosesnya, persiapannya, hingga pelaksanaannya bahkan sampai detail acaranya pun.


Jauh hari sebelum mas datang, aku memang sudah mempersiapkan diri untuk menabung — mempersiapkan tabungan pernikahan agar kelak ketika dipertemukan aku tidak perlu berpusing-pusing ria memikirkan jumlah rupiah yang cukup menohok untuk resepsi pernikahan.

LHOOOO RESEPSI KAN NGGAK WAJIB?!

Yups, bener banget. Nikah pada intinya memang hanya sekadar pelaksanaan akad, yaksi ijab qobul yang disaksikan wali nikah dari pihak mempelai pria dan mempelai wanita. Dah, gitu aja.. Maka, izinkan aku, mewakili suami menjelaskan mengapa pada akhirnya kami menggelar acara resepsi pernikahan. ūüôā

Kami Besar di Keluarga Kecil dan Keluarga Besar Berbeda Kota

Kudus dan Semarang membuat kami memikirkan tentang resepsi pernikahan yang awalnya tidak ingin kami gelar.

“Mas, pengen deh cuma akad aja, udah. Terus syukuran sama anak-anak.”

Mas sudah setuju. Tapi eiiittssss nikah itu tidak tentang sesederhana itu. Nikah itu bukan hanya tentang berdua, nikah itu tidak hanya tentang aku dan dia saja. Nikah itu tentang aku, mas, keluargaku, keluarga mas, saudaraku dan saudara mas. Tentang kami semua.

Yang artinyaaaaaa kami nggak mungkin egois mengedepankan ego kami yang cuma pengen akad aja, terus keluarga yang sudah jauh-jauh ditelantarin gitu aja. Maksudnya, kami ingin menjamu dengan sebaik mungkin biar keluarga, saudara dan teman-teman yang datang dari luar kota datang jauh-jauh tuh nggak nyesel gitu :”) karena ada jamuan yang setidaknya layak untuk mereka.

Oke, singkat cerita, diskusi kami berujung pada satu pikiran, yakni mengadakan resepsi sederhana, dengan hanya mengundang keluarga, kerabat, serta teman-teman di inner circle kami saja. Tidak melebar karena akan terlalu banyak. Selain itu, kami patungan berdua, jadi harus pandai mengatur budget agar tidak over. Karenaaaa…

Rumah tangga itu bukan hanya tentang akad dan resepsi, namun baru akan dimulai pada hari setelah pernikahan digelar, yakni setelah ijab qobul diucapkan — yakni setelah pesta pernikahan selesai.

Aku dan mas sepakat untuk membatasi tamu undangan kami. Sedih memang tidak bisa mengundang banyak orang. Tapi, kami mohon maaf, ini demi kebaikan semuanya. Maka, kami hanya benar-benar mengundang teman-teman yang masih berhubungan dengan kami setidaknya satu tahun terakhir dan punya komunikasi cukup intens dengan kami.

Kami cukup sibuk di bulan-bulan menjelang pernikahan. Maklum, kami mengurus hampir semuanya berdua. Mulai dari membeli seserahan sendiri, merangkai seserahan, memilih dekor secara selektif dengan budget pas-pasan, survey rias dan dress pengantin, membuat souvenir, merancang undangan, survey hingga survey untuk keperluan dokumentasi. CAPEK BTW! Hahahaha and alhamdulillah atas izin Allah, we did it :”).

Kami punya konsep menikah yang sederhana, kami hanya ingin pelaminan kami didekor dengan simple, yakni dnegan kain putih dan dihias daun monsterra sebagai pemanis. Kenapa simple? Karena kami penyuka konsep minimalis, yang sederhana, tapi tetap bisa memukau setiap mata yang memandang. Dan alhamdulillah banyak yang sukaaaa sama konsep dekor kami hehehe. Terharuuuu :”””

Dah, daripada panjang-panjang, berikut list vendor yang bisa teman-teman jadikan referensi kalau teman-teman akan menikah di Semarang.

Gedung Wisma Panunggal Mrican

Alasan pertama dan utama pilih gedung ini adalah karena lokasinya dekat dengan rumah. Banyak yang mengira kami menikah di gereja karena memang wisma panunggal ini letaknya satu wilayah dengan gereja. Jadi, buat yang nggak tahu pasti salah paham.

Padahal, gedung wisma panunggal mrican ini ada wisma khusus yang disewakan untuk acara, kok. Biasanya acara nikahan gitu. Karena sering kondangan di sini juga, akhirnya aku dan suami juga memutuskan untuk menggelar resepsi di sini juga.

Harganya cukup 2.5 juta per 3 jam. Kelebihan jam nambah 700 atau 900ribu aku lupa. Hitungan jamnya per pengantin datang dan pengantin pergi. Tapi, meskipun itungannya per 3 jam, bisa kok penataan dekor dan katering H-1. Amaaann dah. Gedungnya cukup luas, bisa menampung sekitar 500 kepala. Cukuplah kalau buat resepsi kecil-kecilan :).

Alamat gedung wisma panunggal: Jl. Tentara Pelajar No.53, Lamper Kidul, Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50256

Dian Pravita Rias Pengantin

Jujur, aku sama mas perfeksionis soal rias dan dokumentasi. Eh, kalo rias lebih ke aku sih karena aku yang didandanin. Sebagai gadis eh gadis yang jarang kena makeup dan nggak pernah ngerti jenis-jenis makeup ini aku harus memastikan segala macam makeup yang nanti menempel di mukaku bagus dan nggak blontengan. WHAT IS BLONTENGAN?! wkwkwk. Belepotan lah bahasa gampangnya XD wkwkwk

Maka dari itu, kami sepakat untuk mengalokasikan budget mahal ke makeup dan dress demi keberlangsungan acara yang sempurna hahahah. Akhirnya, aku cari-carilah vendor makeup di Semarang dan survey satu persatu. Dari sekian banyak hestek, akhirnya kami nemu satu vendor yang budget dan paketnya pas di kantong kami, Dian Pravita. IGnya bisa dicek di @dian.pravita. Soal harga, agak lumayan hehe sekitar 14,xx juta lah. Tapi sudah lengkap sama pranata cara, perlengkapan adat panggih, sound system, dan hiburan musik., silakan DM sendiri tanya-tanya, ya. Mba Dian orangnya ramah, kok dan sabar banget meskipun aku banyak kustom ini dan itu rewel wkwkwk.

Nah, dress akad dan resepsiku pisah dari paket, nih. Dress akad aku dipinjami oleh Mba Laily Muntasiroh, kakak kelas di SMK dulu yang udah nikah duluan dan buat dress sendiri alhamdulillah. Sedangkan dress resepsi aku sewa di BOJ makeup studio, ignya @boj.beautyofjannah. Harganya 350 aja! Hehehe murah kaaannn. Kan udah dibilang kami low budget :). Murah-murah gini udah cantik, kok. Hehehe

Newasides Photography

Ini dia waktunya ngomongin dokumentasi. Nggak cuma soal rias, dokumentasi pun kami pilih-pilih. Yaaaagimanadooooongggg kami anaknya anak kamera semua dan biasa jadi dokumentator. Kalo rewel soal dokumentasi yaaa wajar XD. Hehehehe

Dari sekian banyak orang yang kami temui, kami cukup cocok sama vendor @newasides yang juga kawan lama di komunitas fotografiku dulu semasa aku masih SMK. Sebenernya lebih ke model sih portfolionya, tapi karena sering handle wedding, jadilah aku dan mas sepakat pakai mereka.

Untuk harga sendiri kami deal di harga 5,5 juta dengan detail paketnya 1 video teaser 1 menit untuk instagram, 1 video full dari akad sampai resepsi, full sofot copy acara, cetak photobox pengantin, dan album besar yang isinya foto akad, foto resepsi, sampe foto dokumentasi bersama para tamu. Cukup lengkap alhamdulillah.

Supana Dekor

Ini nih yang paling mencuri perhatian di acara nikahan kemarin hehehe. Dekornya katnaya simpel, mahal, keren, mewah, sederhana, minimalis tapi menawan. UUUUUUHHH KAMI TERSANJUNG LOH! To be honest, banyak sekali yang mengira dekor yang kami pakai mahal. Banyak yang mengira dekor yang kami pakai dari vendor terkenal. Padahal mah enggak sama sekali.

Kami dapat kontak vendor dari adik sepupuku yang punya channel vendor di daerah pasar bergota. Yup di bergota kami blusukan ketemu sama Pak Supana pemilik dekor. Dan guess what?! Kami dapat harga 3,5 juta saja. :” terharu beneran pas dapet harga segini dimana ketika kami cari vendor dekor minimal mereka kasih harga ke kami 8jutaan hiks!

Monggo yang butuh dekor bisa langsung kontak ke WhatsApp beliau di: +62 858-6556-6158 (Pak Supana) bilang aja dapet kontak dari Septi dan dapat rekomendasi dari Septi. Bismillah semoga bisa dapat harga yang cocok, ya.

Kalau kemarin aku dan mas kasih konsep sendiri tanpa gebyok. Jadi, kami emang cuma pengen kain putih sama dikasih daun monsterra dengan nuansa tropis putih hijau yang simpel dan elegan. Jadi, kalau kalian punya konsep dekor yang kalian impikan monggo dikomunikasikan sendiri, ya!

Beberapa Juga Kami Hand Over Sendiri

Selain pakai vendor, ada beberapa yang juga kami hand over sendiri seperti desain undang dan cetak undangan hingga desain dan cetak souvenir. Suami alhamdulillah desainer, jadi mas sendiri yang gambar undangan dan souvenir terus cari vendor cetak sendiri yang murah. Mau tahu vendornya siapa?

Sini ke kami aja! Nanti kami bantu konsep desain, desain, sampai cetak! Kalian tinggal duduk manis aja heheheu. Harga bisa dikondisikan laaahhh kami nggak matok harga mahal karena kami tahu nikah itu nggak murah! wkwkwkw…

Anyway, seserahan juga kami beli sendiri berdua sesuai dengan kebutuhan kami dan yang parah kami ngerangkai seserahan sendiri. Bodo amat jelek! Kami sudah berusaha semaksimal mungkin wkwkkw. Kami nontonin video di Youtube satu persatu dan nyontoh cara merangkai meskipun hasilnya nggak sebagus yang ada di video hahah.

Tapi, kami bangga bisa merangkai seserahan mandiri tanpa keluar biaya. Mayan lho sekotaknya bisa 75ribuuu… Lhaaaaaaa kalo beberapa kotak tinggal dikali aja.

Murah, yak? Iyaaa murah banget! Tapi yagimana kami kan gapunya cukup budget untuk seserahan. Lebih tepatnya kami punya prinsip :“Kalau bisa dikerjakan sendiri, lebih baik dikerjakan sendiri karena bisa lebih hemat.!

Hehehehe anaknya itung-itungan banget buseeeettttttt XD.

Yang juga terpisah adalah vendor kipas air. Yupsiiii kami pesennya bener-bener pisah-pisah biar hemat budget. Kipas air harganya 250ribu dan kami pesan 6 kipas untuk 1 gedung. Sudah free ongkir karena kebetulan vendornya dekat dengan lokasi gedung. Monggo yang mau kontak bisa langsung WA ke: +62 856-4350-3844

Untuk akomodasi nikah alhamdulillah aku dibantu sama temen-temen eks kantor lama yang jadi sodara sampe sekarang. Mereka baik banget mau bantu transportasi pas hari H mulai dari nganterin akad sampai resepsi selesai. Terharu banget dibantuin plus disupirin tanpa mau dikasih apapun :”). Barakallah, teman-temankuuuu…

Terakhir, urusan katering kami dibantu sama budhe yang punya Adijaya`s catering di Pati. Yup, kami dibantu sama budhe dimasakin di Pati dan dibawa ke Semarang. Makasih banyak, budheee, Allah yang bales kebaikan budhe dan keluarga :).

Untuk gerabah (piring, mangkok, sendok) catering kami sediakan sendiri karena budhe dari Pati nggak mungkin siapin meja, kursi dan gerabah untuk tamu. Jadilah kami pesan di tetangga rumahku dan habisnya sekitar 2.4juta. Cukup mahal, tapi cukup untuk satu gedung dan ratusan tamu alhamdulillah.

Nah, itu dia list vendor kami. Coba hitung sendiri kira-kira kami habis berapa untuk acara di gedung hehehe. Kan itu udah dijabarin. Tapi ini cuma habis di gedung, yah. Belum sama acara di rumah ūüôā

Selamat mempersiapkan!

Boleh banget kalau mau tanya-tanya di komentar ūüôā