Hidup Memang Ajaib

Kita bisa saja dibenci atas apa yang tidak kita lakukan. Boro-boro, bahkan untuk tahu dan mengerti pun sulit, tetapi tetap saja hidup membiarkan kekejamannya menusuk dan masuk ke hidup kita. Padahal, siapa yang mau dibenci atas perihal yang dia tidak tahu menahu?

Seringkali, amarah memuncak, ingin memaki. Menyalahkan keadaan dan dunia yang begitu kejam dan tidak berpihak pada hidupku. Tetapi aku hanya manusia, yang sendiri berjuang melawan stigma yang telah mendarah daging dan sepertinya akan menjadi sebuah habit.

Waktu kecil, aku setidakberdaya itu. Keterbatasan akan pikir dan gerakku membuatku mau tak mau harus merelakan hidupku menanggung cacian, makian dan segala hal yang membuat hari dan malamku kelam. Tapi beruntung, mungkin kalau tidak ditahan saat itu oleh ibu, aku sudah menjadi anak yang tidak tahu diri dan tidak tahu adab.

Namun, pada akhirnya aku mengerti dengan sendirinya bahwa memang tidak semua hal itu berdasar. Kita bisa saja dibenci hanya karena memang silsilahnya seperti itu. Takdirnya memang begitu. Menyedihkan, tetapi memang kenyataannya seperti itu. Entah bagaimana menjelaskannya, tetapi manusia-manusia seperti itu memang diciptakan untuk menempa diriku.

But, thanks to Allah, mungkin kalau nggak ketemu sama mereka aku nggak akan sekuat ini juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s