Jarak

Malam ini rasanya lebih sepi dari biasanya. Sepi sekali sampai aku bisa mendengar detak jam dinding yang biasanya samar-samar ketika aku sedang bersamamu.

Sepertinya, aku rindu bagaimana menghabiskan waktu denganmu. Biasanya, aku cukup meraihmu, menyandarkan kepalaku ke bahumu, menggenggam tanganmu lalu mempejamkan mata. Mengucap syukur tiada henti karena telah Allah izinkan aku bersatu denganmu.

Jarak kita kini terbentang
Ruang dan waktu kita berjenjang
Aku harus rajin-rajin melakukan panggilan video untuk sekadar bisa melihatmu, merasakan napasmu, dan memastikan kamu baik-baik saja di sana.

Meski rasanya sesak sekali
Aku harap waktu ini tak pernah selamanya memastikan kita

Meski rasanya rindu sekali,
Semoga sabar kita bisa berkali-kali lipat lebih
Untuk terus merapal doa yang kita ulang-ulang bersamaan
Agar bisa tinggal bersama satu atap
Bertemu setiap hari
Menghabiskan waktu tua bersama
Dan menemani tumbuh kembang anak-anak kita bersama-sama

Dan semoga
Anak-anak kita tumbuh
Sambil melihat perjuangan orang tuanya yang berat
Karena harus menahan rindu padahal sudah diujung penantian ingin bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s