pregnancy story

Ramadan Pertama dalam Kondisi Hamil

Tidak ada yang mengira bahwa aku akan hamil secepat ini, setelah menikah dan alhamdulillah langsung diberikan amanah. Tak terkecuali aku. Meski tidak menunda, namun aku benar-benar tidak menyangka bahwa tepat setelah menikah Allah berikan amanah yang luar biasa. Amanah yang bisa membuatku mengharu biru setiap harinya jika mengingat bagaimana rasanya sakit luar biasa menjadi seorang ibu hamil.

Lebih dari itu, menjadi wanita hamil membuatku merasakan kasih sayang yang lebih, lebih dan lebih lagi luar biasa dari suamiku. Saking luar biasanya, rasanya air mataku terus mengalir sebab syukur tiada henti karena telah diberikan suami dan keluarga yang terus support.

Ini Ramadan kelima dan aku sudah bolong untuk kedua kalinya. Sedih bukan main rasanya karena Ramadan ini belum bisa beribadah secara maksimal karena kondisi badan yang tidak mendukung untuk puasa penuh. Alhasil, dengan sangat terpaksa aku harus merelakan untuk tidak puasa.

Aku punya masalah pencernaan yang sepertinya cukup serius sejak sebelum hamil. Namun, masalah lain muncul ketika hamil. Dan rasa sakit yang awalnya biasa saja aku rasakan saat masih sendiri kian menjadi saat hamil. Selain perut menjadi begah, tubuh rasanya lunglai bukan main karena menahan sakit dan harus berusaha tetap kuat.

Setiap kali mengeluh, beruntun suami selalu menguatkan. “Sabar ya, nggak apa-apa. Pahalanya ibadah ini buat kamu, nggak semua orang ngerasain rasanya berjuang hamil dan ngerasain berkahnya sakit yang kamu rasain.” Bersyukur, tapi sedih. Bingung setiap ditanya rasanya gimana dan cuma bisa nangis aja saking nggak bisa mendeskripsikan rasa sakitnya.

Sering banget ngobrol sama si bayik buat kuat nemenin ibunya dan berjuang bareng dari dalam perut. Kasih afirmasi positif ke si bayik biar tetep kuat dan sabar bareng. Tapi tetep melow rasanya karena nggak bisa sekuat yang aku bayangkan.

Dulu pernah ngebayangin kalau hamil masih bisa jalan-jalan sehat, masih bisa keliling-keliling gitu, masih bisa kerja tanpa takut ngedrop, masih bisa makan apa aja atau minimal makan secara normal. Qadarullah semuanya berbalik. Sekarang pegang laptop nggak bisa setiap waktu karena nggak bisa lama-lama duduk. Kecapean dikit bisa langsung demam dan ngedrop. Allahu Akbar.

Terima kasih mas, karena telah bersabar mendampingi. Kuatkan aku ya, mas :”)

Mohon doanya ya, teman-teman yang baca, semoga Allah kuatkan dan lancarkan sampai persalinan nanti :”)

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s