Mempersiapkan Detail Pernikahan Mandiri dengan Calon Suami

Nikah itu mudah, yang susah itu gengsinya...

Bagi kami, nikah bukan soal gengsi, nikah adalah tentang menyempurnakan agama dengan cara yang baik, mulai dari prosesnya, persiapannya, hingga pelaksanaannya bahkan sampai detail acaranya pun.


Jauh hari sebelum mas datang, aku memang sudah mempersiapkan diri untuk menabung — mempersiapkan tabungan pernikahan agar kelak ketika dipertemukan aku tidak perlu berpusing-pusing ria memikirkan jumlah rupiah yang cukup menohok untuk resepsi pernikahan.

LHOOOO RESEPSI KAN NGGAK WAJIB?!

Yups, bener banget. Nikah pada intinya memang hanya sekadar pelaksanaan akad, yaksi ijab qobul yang disaksikan wali nikah dari pihak mempelai pria dan mempelai wanita. Dah, gitu aja.. Maka, izinkan aku, mewakili suami menjelaskan mengapa pada akhirnya kami menggelar acara resepsi pernikahan. 🙂

Kami Besar di Keluarga Kecil dan Keluarga Besar Berbeda Kota

Kudus dan Semarang membuat kami memikirkan tentang resepsi pernikahan yang awalnya tidak ingin kami gelar.

“Mas, pengen deh cuma akad aja, udah. Terus syukuran sama anak-anak.”

Mas sudah setuju. Tapi eiiittssss nikah itu tidak tentang sesederhana itu. Nikah itu bukan hanya tentang berdua, nikah itu tidak hanya tentang aku dan dia saja. Nikah itu tentang aku, mas, keluargaku, keluarga mas, saudaraku dan saudara mas. Tentang kami semua.

Yang artinyaaaaaa kami nggak mungkin egois mengedepankan ego kami yang cuma pengen akad aja, terus keluarga yang sudah jauh-jauh ditelantarin gitu aja. Maksudnya, kami ingin menjamu dengan sebaik mungkin biar keluarga, saudara dan teman-teman yang datang dari luar kota datang jauh-jauh tuh nggak nyesel gitu :”) karena ada jamuan yang setidaknya layak untuk mereka.

Oke, singkat cerita, diskusi kami berujung pada satu pikiran, yakni mengadakan resepsi sederhana, dengan hanya mengundang keluarga, kerabat, serta teman-teman di inner circle kami saja. Tidak melebar karena akan terlalu banyak. Selain itu, kami patungan berdua, jadi harus pandai mengatur budget agar tidak over. Karenaaaa…

Rumah tangga itu bukan hanya tentang akad dan resepsi, namun baru akan dimulai pada hari setelah pernikahan digelar, yakni setelah ijab qobul diucapkan — yakni setelah pesta pernikahan selesai.

Aku dan mas sepakat untuk membatasi tamu undangan kami. Sedih memang tidak bisa mengundang banyak orang. Tapi, kami mohon maaf, ini demi kebaikan semuanya. Maka, kami hanya benar-benar mengundang teman-teman yang masih berhubungan dengan kami setidaknya satu tahun terakhir dan punya komunikasi cukup intens dengan kami.

Kami cukup sibuk di bulan-bulan menjelang pernikahan. Maklum, kami mengurus hampir semuanya berdua. Mulai dari membeli seserahan sendiri, merangkai seserahan, memilih dekor secara selektif dengan budget pas-pasan, survey rias dan dress pengantin, membuat souvenir, merancang undangan, survey hingga survey untuk keperluan dokumentasi. CAPEK BTW! Hahahaha and alhamdulillah atas izin Allah, we did it :”).

Kami punya konsep menikah yang sederhana, kami hanya ingin pelaminan kami didekor dengan simple, yakni dnegan kain putih dan dihias daun monsterra sebagai pemanis. Kenapa simple? Karena kami penyuka konsep minimalis, yang sederhana, tapi tetap bisa memukau setiap mata yang memandang. Dan alhamdulillah banyak yang sukaaaa sama konsep dekor kami hehehe. Terharuuuu :”””

Dah, daripada panjang-panjang, berikut list vendor yang bisa teman-teman jadikan referensi kalau teman-teman akan menikah di Semarang.

Gedung Wisma Panunggal Mrican

Alasan pertama dan utama pilih gedung ini adalah karena lokasinya dekat dengan rumah. Banyak yang mengira kami menikah di gereja karena memang wisma panunggal ini letaknya satu wilayah dengan gereja. Jadi, buat yang nggak tahu pasti salah paham.

Padahal, gedung wisma panunggal mrican ini ada wisma khusus yang disewakan untuk acara, kok. Biasanya acara nikahan gitu. Karena sering kondangan di sini juga, akhirnya aku dan suami juga memutuskan untuk menggelar resepsi di sini juga.

Harganya cukup 2.5 juta per 3 jam. Kelebihan jam nambah 700 atau 900ribu aku lupa. Hitungan jamnya per pengantin datang dan pengantin pergi. Tapi, meskipun itungannya per 3 jam, bisa kok penataan dekor dan katering H-1. Amaaann dah. Gedungnya cukup luas, bisa menampung sekitar 500 kepala. Cukuplah kalau buat resepsi kecil-kecilan :).

Alamat gedung wisma panunggal: Jl. Tentara Pelajar No.53, Lamper Kidul, Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50256

Dian Pravita Rias Pengantin

Jujur, aku sama mas perfeksionis soal rias dan dokumentasi. Eh, kalo rias lebih ke aku sih karena aku yang didandanin. Sebagai gadis eh gadis yang jarang kena makeup dan nggak pernah ngerti jenis-jenis makeup ini aku harus memastikan segala macam makeup yang nanti menempel di mukaku bagus dan nggak blontengan. WHAT IS BLONTENGAN?! wkwkwk. Belepotan lah bahasa gampangnya XD wkwkwk

Maka dari itu, kami sepakat untuk mengalokasikan budget mahal ke makeup dan dress demi keberlangsungan acara yang sempurna hahahah. Akhirnya, aku cari-carilah vendor makeup di Semarang dan survey satu persatu. Dari sekian banyak hestek, akhirnya kami nemu satu vendor yang budget dan paketnya pas di kantong kami, Dian Pravita. IGnya bisa dicek di @dian.pravita. Soal harga, agak lumayan hehe sekitar 14,xx juta lah. Tapi sudah lengkap sama pranata cara, perlengkapan adat panggih, sound system, dan hiburan musik., silakan DM sendiri tanya-tanya, ya. Mba Dian orangnya ramah, kok dan sabar banget meskipun aku banyak kustom ini dan itu rewel wkwkwk.

Nah, dress akad dan resepsiku pisah dari paket, nih. Dress akad aku dipinjami oleh Mba Laily Muntasiroh, kakak kelas di SMK dulu yang udah nikah duluan dan buat dress sendiri alhamdulillah. Sedangkan dress resepsi aku sewa di BOJ makeup studio, ignya @boj.beautyofjannah. Harganya 350 aja! Hehehe murah kaaannn. Kan udah dibilang kami low budget :). Murah-murah gini udah cantik, kok. Hehehe

Newasides Photography

Ini dia waktunya ngomongin dokumentasi. Nggak cuma soal rias, dokumentasi pun kami pilih-pilih. Yaaaagimanadooooongggg kami anaknya anak kamera semua dan biasa jadi dokumentator. Kalo rewel soal dokumentasi yaaa wajar XD. Hehehehe

Dari sekian banyak orang yang kami temui, kami cukup cocok sama vendor @newasides yang juga kawan lama di komunitas fotografiku dulu semasa aku masih SMK. Sebenernya lebih ke model sih portfolionya, tapi karena sering handle wedding, jadilah aku dan mas sepakat pakai mereka.

Untuk harga sendiri kami deal di harga 5,5 juta dengan detail paketnya 1 video teaser 1 menit untuk instagram, 1 video full dari akad sampai resepsi, full sofot copy acara, cetak photobox pengantin, dan album besar yang isinya foto akad, foto resepsi, sampe foto dokumentasi bersama para tamu. Cukup lengkap alhamdulillah.

Supana Dekor

Ini nih yang paling mencuri perhatian di acara nikahan kemarin hehehe. Dekornya katnaya simpel, mahal, keren, mewah, sederhana, minimalis tapi menawan. UUUUUUHHH KAMI TERSANJUNG LOH! To be honest, banyak sekali yang mengira dekor yang kami pakai mahal. Banyak yang mengira dekor yang kami pakai dari vendor terkenal. Padahal mah enggak sama sekali.

Kami dapat kontak vendor dari adik sepupuku yang punya channel vendor di daerah pasar bergota. Yup di bergota kami blusukan ketemu sama Pak Supana pemilik dekor. Dan guess what?! Kami dapat harga 3,5 juta saja. :” terharu beneran pas dapet harga segini dimana ketika kami cari vendor dekor minimal mereka kasih harga ke kami 8jutaan hiks!

Monggo yang butuh dekor bisa langsung kontak ke WhatsApp beliau di: +62 858-6556-6158 (Pak Supana) bilang aja dapet kontak dari Septi dan dapat rekomendasi dari Septi. Bismillah semoga bisa dapat harga yang cocok, ya.

Kalau kemarin aku dan mas kasih konsep sendiri tanpa gebyok. Jadi, kami emang cuma pengen kain putih sama dikasih daun monsterra dengan nuansa tropis putih hijau yang simpel dan elegan. Jadi, kalau kalian punya konsep dekor yang kalian impikan monggo dikomunikasikan sendiri, ya!

Beberapa Juga Kami Hand Over Sendiri

Selain pakai vendor, ada beberapa yang juga kami hand over sendiri seperti desain undang dan cetak undangan hingga desain dan cetak souvenir. Suami alhamdulillah desainer, jadi mas sendiri yang gambar undangan dan souvenir terus cari vendor cetak sendiri yang murah. Mau tahu vendornya siapa?

Sini ke kami aja! Nanti kami bantu konsep desain, desain, sampai cetak! Kalian tinggal duduk manis aja heheheu. Harga bisa dikondisikan laaahhh kami nggak matok harga mahal karena kami tahu nikah itu nggak murah! wkwkwkw…

Anyway, seserahan juga kami beli sendiri berdua sesuai dengan kebutuhan kami dan yang parah kami ngerangkai seserahan sendiri. Bodo amat jelek! Kami sudah berusaha semaksimal mungkin wkwkkw. Kami nontonin video di Youtube satu persatu dan nyontoh cara merangkai meskipun hasilnya nggak sebagus yang ada di video hahah.

Tapi, kami bangga bisa merangkai seserahan mandiri tanpa keluar biaya. Mayan lho sekotaknya bisa 75ribuuu… Lhaaaaaaa kalo beberapa kotak tinggal dikali aja.

Murah, yak? Iyaaa murah banget! Tapi yagimana kami kan gapunya cukup budget untuk seserahan. Lebih tepatnya kami punya prinsip :“Kalau bisa dikerjakan sendiri, lebih baik dikerjakan sendiri karena bisa lebih hemat.!

Hehehehe anaknya itung-itungan banget buseeeettttttt XD.

Yang juga terpisah adalah vendor kipas air. Yupsiiii kami pesennya bener-bener pisah-pisah biar hemat budget. Kipas air harganya 250ribu dan kami pesan 6 kipas untuk 1 gedung. Sudah free ongkir karena kebetulan vendornya dekat dengan lokasi gedung. Monggo yang mau kontak bisa langsung WA ke: +62 856-4350-3844

Untuk akomodasi nikah alhamdulillah aku dibantu sama temen-temen eks kantor lama yang jadi sodara sampe sekarang. Mereka baik banget mau bantu transportasi pas hari H mulai dari nganterin akad sampai resepsi selesai. Terharu banget dibantuin plus disupirin tanpa mau dikasih apapun :”). Barakallah, teman-temankuuuu…

Terakhir, urusan katering kami dibantu sama budhe yang punya Adijaya`s catering di Pati. Yup, kami dibantu sama budhe dimasakin di Pati dan dibawa ke Semarang. Makasih banyak, budheee, Allah yang bales kebaikan budhe dan keluarga :).

Untuk gerabah (piring, mangkok, sendok) catering kami sediakan sendiri karena budhe dari Pati nggak mungkin siapin meja, kursi dan gerabah untuk tamu. Jadilah kami pesan di tetangga rumahku dan habisnya sekitar 2.4juta. Cukup mahal, tapi cukup untuk satu gedung dan ratusan tamu alhamdulillah.

Nah, itu dia list vendor kami. Coba hitung sendiri kira-kira kami habis berapa untuk acara di gedung hehehe. Kan itu udah dijabarin. Tapi ini cuma habis di gedung, yah. Belum sama acara di rumah 🙂

Selamat mempersiapkan!

Boleh banget kalau mau tanya-tanya di komentar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s