3 Hal Tentang Rumah dan Kenyamanan yang Diberikan Olehnya

“Sebab rumah tidak harus selalu berwujud tempat,
Kadang ia berupa seseorang.”

Rumah selama ini selalu identik dengan gedung, bentuk fisik dan bangunan yang di dalamnya ada seseorang yang tinggal atau ditinggali oleh seseorang. Padahal, rumah bukan hanya tentang tempat. Sebab, rumah bisa jadi adalah seseorang itu sendiri. Seseorang itu bisa membuat  kita berlama lama, betah bersama dengannya dan waktu seakan berputar lebih cepat saat kita bersama orang tersebut. Hm, baper baper XD. Ini bukan sekadar tentang pasangan lho, ya. Meskipun pasangan bukan cuma pacar sih, tapi Septi mau meluruskan bahwa postingan ini adalah postingan #antibaperbaperclub hihihi.

Bagi aku sendiri, rumah itu bisa di mana saja, bisa siapa saja dan bisa berupa apa saja, Aku selalu mendeskripsikan rumah sepaket dengan kenyamanan yang ada di dalamnya. Rumah itu biasanya bisa membuatku lupa akan masalah dan orang-orang biang kerok di dalamnya. Dan biasanya, rumah-rumah itu bisa membuatku nyaman pas lagi penat-penatnya. Rumah-rumah itu adalah:

Masjid, Tempat di mana Aku Bisa Berkeluh Kesah

Selain tempat ibadah, bagiku, masjid adalah rumah di mana aku bisa berkeluh kesah atas lelah. Saking suka ngerasa nyamannya sama masjid, aku sampai punya masjid favorit, lho. Namanya Salman, iya, Masjid Salman yang ada di wilayah kampus Institut Teknologi Bandung.

Aku pertama kali tahu masjid ini ketika dulu aku tes di ITB. Kala itu, travelku mengantarku ke sini, sedangkan aku dan temanku masih belum tahu ke mana kami harus pergi dan di mana kami harus tinggal. Hingga akhirnya, saat melaksanakan shalat dhuhur, aku akhirnya menginjakkan kaki di Salman, ITB. Masya Allah, dari sekian masjid yang pernah aku sambangi, ini adalah masjid terluarbiasa yang pernah aku tahu.

Bangunan arsitekturnya sederhana sekali dan ketika masuk di dalam suasananya luar biasa tenang. Ditambah lagi, banyak sekali jamaah yang tadarus selepas shalat. Duh, auranya itu lho bikin susah move on. Dan sampai hari ini, aku punya impian bisa melaksanakan akad nikah di sana ehehehe. Asik kali ya bisa akad di sana, pasti kerasa banget sakralnya. Eh, tapi di mana aja akad nikah berlangsung pasti sakral deng ehehehe.

Dan belakangan ini aku lagi naksir banget sama masjid di hutan mangrove, Pantai Indah Kapuk. Untuk ukuran tempat wisata, di sini masjidnya dabes banget nget nget!!! Arsitekturnya mirip, dari kayu gitu dan ini ngingetin banget sama masjid Salman. Adem banget rasanya. Bedanya, di sini sepi. Biar gitu, masjid ini sukses bikin aku ga bisa muvon dari ITB. Yang ada makin cinta deh sama Masjid Salman hehehehe. Kalo nggak percaya, tengok aja deh, tengok!

Teman-teman yang Selalu Support

Someone reliable.

Mungkin ini lebih tepat untuk menyebut orang-orang yang selalu support di hidup aku, upside down dan lika-liku hidup yang kadang bikin nyerah nggak mau lanjut. Orang-orang ini bisa berupa orang tua, teman-teman, dosen dan siapapun yang selalu support kapanpun dan di manapun aku berada. Orang-orang ini selalu percaya bahwa apapun yang aku lakukan itu memang tidak selalu benar, tetapi itu yang menjadikan aku menjadi pribadi lebih baik seperti saat ini.

Saat merasa penat di rumah, aku biasanya menjadikan mereka pelampiasan. Entah dengan hanya bertemu dan bercanda tawa hingga bercerita panjang lebar. Saat aku merasa jenuh dengan pekerjaan, kadang orang rumah, ibu bisa menjadi seseorang yang membuat rumah tampak lebih baik. Meski tak bisa bercerita panjang lebar dengan beliau, setidaknya dengan memandang ibu, semuanya bisa tampak menjadi baik-baik saja. Aku, masih punya Beliau alhamdulillah.

Alam Semesta dan Isinya

Yang tahu aku, pasti paham banget kalau aku anaknya nggak bisa diem alias jalan melulu. Ya ke gunung lah, ke pantai lah atau ke mana aja lah yang alam-alam gitu. Udah paham banget deh kalau aku ini sebangsa belut berbentuk manusia saking hobinya jalan-jalan dan nomaden abis bisa sampai pindah kota.

Emang nggak tau kenapa, buat aku jalan-jalan ke alam terbuka itu healing banget. Bisa banget bikin stress ilang yaaaahhh meskipun juga begitu balik malah stress lagi, sih. Tapi, paling tidak ada rumah yang bisa membuatku nyaman. Yaaa, di alam terbuka itu. Aku merasa nyaman dengan melihat hamparan pemandangan dan segala deburan ombak di pantai yang berirama. Dan yang demikian itu membuatku merasa seperti di rumah. Tenang, lepas dan bebas dari segala masalah.

Namun, harapanku untuk rumah impianku tetaplah sama, yaitu harus mengandung unsur-unsur tersebut ataukah memang dekat dan bisa menjangkau 3 hal di atas. Karena semegah apapun rumah, akan sangat percuma bila tidak ada kenyamanan yang diberikan di dalamnya, bukan?

Ah, jadi inget kawan dari grup Gandjel Rel mba Archa Bella dan mba Dian Nafi yang juga arsitek hih. Mereka ini sudah berpengalaman mendesain interior rumah. Ah, jadi flashback kan karena dulu pengen jadi arsitek biar bisa bangun rumah sendiri hehehe. Semoga semoga semoga bisa jadi arsitek beneran dengan nikah sama arsitek *eh hahaha..

Salam,

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s