Mendeskripsikan Surga Bernama Bali

Rasa-rasanya beribu kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana indahnya Bali di mata para penikmatnya. Keindahan alamnya, adat budayanya yang kental serta keramahan penduduknya selalu menjadi alasan mengapa Bali pantas untuk dijadikan destinasi liburan. Bagi traveller sepertiku terutama, Bali punya sejuta tempat yang bisa membuat kaki ini terus melangkah dari satu titik ke titik yang lain. Titik yang membuat langkah kaki tak ingin berhenti, melainkan ingin berjalan lebih jauh lagi karena terlalu sayang untuk melewatkan perjalanan hanya dalam sekejap di kota yang menjadi surga dunia ini.
Lebih dari itu, memutuskan untuk menuju Bali bukanlah suatu pilihan yang sulit. Beberapa kali aku ke sana, aku tak pernah kehabisan destinasi. Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, suasana malam di Legian hingga jalan setapaknya selalu ramah untuk menyambut kaki-kaki ini.
Entah harus menjabarkan Bali seperti apa untuk menunjukkan rasa banggaku menjadi bagian dari warga negara Indonesia. Meski tak bisa dipungkiri bahwa turis asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia, bagiku, Bali tetaplah Bali. Tetaplah menjadi Pulau yang bisa menggambarkan betapa Indonesia itu adalah negara yang kaya. Kaya akan budayanya, seninya, dan tentu saja keanekaragaman alamnya yang jika ditelusuri dari ujung ke ujung akan membuat mata tak berhenti berdecak kagum.
Sayangnya, Bali itu candu. Ia selalu membuat siapapun yang belum pernah atau sudah pernah ke sana rindu. Untuk menapakkan kaki lagi, berjalan di pinggir pantai sambil menikmati matahari senja di ufuk Barat. Dan aku, selalu rindu malam di Bali di mana semua orang berjalan di jalan setapak bersama-sama tanpa memandang ras, suku, agama dan bangsa yang berasal dari banyak negara. And welcome then to the heaven of Indonesia, Bali.

Jikalau ada kesempatan untuk bisa ke Bali lagi, pengn banget menjelajah keindahan alam dan kearifan lokal budaya Bali yang kental hingga dikenal sampai mancanegara. Dan jangan salah, meskipun seringnya menjadi traveller dadakan yang apa-apa tanpa persiapan alias cah ndadak-an, aku juga punya beberapa wishlist tempat yang ingin aku kunjungi kalau aku bisa dapat kesempatan ke Bali, lho!

Menonton Tari Kecak dan Tari Pendet dari Radius Terjauh 30 Meter

Beberapa kali ke Bali nyatanya tak lantas membuatku bisa menikmati indahnya budaya Bali yang sering diperebutkan momennya oleh para turis lokal maupun asing. Waktu yang singkat setiap kali berkunjung Bali membuatku mau tidak mau merelakan segala harap dan ingin untuk duduk di depan sembari menonton para penari Bali yang telah terampil memperagakan Tari Pendet dan Tari Kecak. Duh, baru bayangin aja sudah merinding. Bukan merinding takut, tettapi lebih ke merinding takjub. Pasti kalau bisa dapat kesempatan nonton Tari Kecak dan Tari Pendet dari dekat makin bisa menghormati dan menghargai kesenian yang berasal dari Bali ini.

Image Source: Google

Tari Pendet adalah tari yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Tari ini awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.(Wikipedia)

Sedangkan Tari Kecak merupakan pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Image Source: Google

Yang menarik dari Tari Kecak dibandingkan dengan tari-tari lainnya adalah posisi para penari yang duduk melingkat dengan menggunakan kain kotak-kotak, seperti papan catur yang melungkari pinggang mereka. Tak kalah menariknya lagi, ada beberapa tokoh yang bisa membantu kita semua belajar tentang sejarah Ramayana, beberapa diantaranya adalah Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman dan Sugriwa. Aih, jadi pengen ke Bali cepet-cepet, deh XD

Menyegarkan Mata dengan Memandang Hamparan Hijau dan Birunya Nusa Penida

Image Source: Google
Kesel banget rasanya lihat timeline para travel blogger yang sudah pernah ke Nusa Penida. Angel’s Billabong terutama,selalu menjadi primadona mata yang tidak bisa dielakkan keindahannya. Hijau dan birunya alam yang berpadu sempurna membentuk hamparan yang membuatku hilang kendali untuk bisa segera ke sana. Selama ini selalu berdoa,

“Ya Allah, jauhkan hamba dari timeline traveller yang suka share foto-foto di Nusa Penida dan sekitarnya ya Allah”
Image Source: TelusurI

Angel’s Billabong sendiri merupakan muara akhir dari sebuah sungai di  Nusa Penida yang bermuara terlebih dahulu sebelum air sungai tersebut sampai ke lautan lepas. Di muara sungai ini permukaan airnya sangat tenang dan jernih. Selain itu terdapat pula cerukan-cerukan yang membentuk kolam secara alami yang sangat indah dan cantik. mungkin tempat seperti ini belum tentu dapat ditemukan di tempat lain. Tapi ada sih yang agak mirip-mirip, letaknya di Pantai Kedung Tumpang, Tulungagung. Angel’s Billabong ini terlihat lebih eksotis dengan batu karangnya yang sangat artistik.

Bayanginnya aja udah adem banget Ya Allah, gimana kalau beneran bisa sampai sana, yak? Pasti seneng banget, deh. Pengen gitu bisa duduk-duduk sambil liatin pemandangan yang Masya Allah surga dunia banget itu T_T

Menjelajah Ubud, Mencecap Alam Bali yang Masih Alami

Ubud, Ubud, Ubud. Selama ini telinga dan jari jemariku selalu akrab dengan Ubud, namun tidak ragaku. Selama ke Bali, aku tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di Ubud. Padahal, bagian dari Bali ini menyimpan segudang pemandangan alam yang luar biasa mengagumkan.

Aku, yang tidak tahu menahu betul tetang Ubud bahkan jatuh cinta terhadap setiap cuilan cerita dari teman yang baru saja menjelajah wilayah sana. Kondisi alamnya, kesenian dan budayanya masih kental, katanya.

Image Source: Google

Yang membuat semakin penasaran akan Ubud adalah, katanya Ubud ini mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai seorang seniman, mulai dari seniman lukis, kerajinan tangan dan seniman tari. Ah, nggak kebayang deh betapa sepanjang perjalanan bisa menikmati karya masyarakat lokal Bali dengan segala identitasnya yang masih kental yang tersirat dalam setiap karya seninya.

Monkey Forest Ubud
Image Source: Google
Pura Taman Saraswati
Image Source: Google
Terasering Ubud
Image Source: Google

Iya, aku emang sebegitu pengennya pergi ke Ubud sampai aku selalu menyimpan stiap foto Ubud dan berharap someday beneran bisa ke sana dan mengabadikan momen di Ubud langsung. Beberapa tempat di Ubud yang pengen banget aku sambangi, diantaranya adalah Monkey Forest Ubud, Pura Taman Saraswati Ubud, Nonton Pementasan Tari Kecak di Ubud, dan Sawah Terasering Tegalalang Ubud. Menikmati hari-hari di Ubud  lah, pokoknya!

Jangan kaget ya baca ke-halu-an Septi di atas. Aku memang suka halu, berangan dan banyak maunya. Tapi tenang, jalan sama aku itu enak, kok. Biarpun cewek gini, tapi nggak ngrepotin. Bisa bawa keril sendiri, bisa diajakin jalan jauh, naik kereta ekonomi dan bisa diajak makan pinggir jalan meskipun nggak nolak kalau diajakin tidur mewah, makan makanan mahal dan ditawari tasnya di-porterin hihihi.

Itu dia sederet wish list tentang Bali yang disemogakan dengan teramat sangat supaya bisa tercapai. Aku selalu belajar mempercayai mimpiku sendiri, menggenggamnya, dan membiarkan semesta mengaamiinkan harapan-harapanku supaya bisa tercapai satu persatu. Doakan, ya! Sampai jumpa di Bali! ^^,

20 Comments

  1. Rohmah

    Emang Bali itu udah jadi Candu, bener yah Mbak.Setiap spot dari puzzle tempat-tempatnya itu indah, dan sayang kalau terlewatkan.Smoga bisa kesampain ke Bali lagi dan bisa menjelajah ke tempat2 yg Mnk.e tuju yah. hheeSalam kenal^_^

    Like

  2. Windi Saras

    itu monyetnya ngerti amat kamera #SalahFokusKeren ya warga Ubud pada kreatif menghasilkan. Punya sodara di Ubud, tp blm pernah berkunjung silaturahmi kesana :(Semoga ada kesempatan untuk berkunjung ke Bali 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s