Buku Tuhan Maha Romantis Karya Azhar Nurun Ala Bagai Oase di Tengah Penantianku

Sebab apa-apa yang baik menurut kita
Tak selamnya baik menurut Tuhan
Begitu pula sebaliknya
Ia yang Maha Tahu dan kita bodoh
Jadi, tersenyumlah, resapi segala keromantisan-Nya
Dan menjelmalah kita menjadi apa
yang disebut Muhammad Iqbal “Tuhan Kecil”
Agar ketika Ia mengambil keputusan
Ia akan “mendiskusikannya” terlebih dahulu dengan kita
-Sajak: Tuhan Maha Romantis

Sebagai seorang penulis yang sangat suka menulis, aku merasa bahwa sajak-sajak yang tersurat dalam buku Tuhan Maha Romantis karya Azhar Nurun Ala telah berhasil membuatku menjadi pembaca sekaligus penulis.

dok. Google

Tulisan Azhar Membuat Saya Jatuh Cinta

Aku menemukan kutipan-kutipan manis di Facebook dulu, ketika aku baru saja beranjak dari masa putih abu-abu. Masa-masa kritis di mana aku harus mulai belajar memilih dan memilah rasa, Azhar muncul dengan kalimat yang menenangkan tentang penantian. Bahwasanya,

“yang benar berjuang, akan segera datang memperjuangkan.”
Duileehhh, meleleh bacanya ye, kan. Skip hahahha. Jadi, setelah aku membaca satu dari beberapa kalimat manis itu, aku mulai menggali siapa itu Azhar Nurun Ala dan bagaimana perjuangan kisah cintanya sampai ia berani menuliskan seperti itu.
Berkat kemampuan stalker yang agak lumayan, aku mulai mencari tahu tentang siapa itu Azhar, siapa dia dan mengapa dia bisa menuliskan kalimat yang mampu menenangkan gusar dalam dada. Singkat cerita, aku menemukan fakta-fakta tentang perjuangan Azhar yang justru membuatku tertarik untuk mempelajari kisah hidupnya dan menjadi bagian dari hidupnya *eh.
Foto atas: Saat sudah SAH
Foto bawah: Saat belum sah dan sedang dalam masa perjuangan
dok. IG: @azharnurunala

Azhar dan Cintanya yang Kini Menjadi Nyata

Azhar adalah seorang mahasiswa UI yang jatuh cinta kepada Vidia Nuarista, seniornya di kampus. Tidak memilih jalan untuk pacaran, Azhar justru menabung dengan cara menjual buku demi bisa sampai ke rumah Rista, sapaan manis wanita cantik ini. Berawal dari dirinya yang suka menuliskan sajak-sajak puisi, Azhar, dibekali kemantapan dan dukungan penuh dari teman-teman sekitarnya, berhasil mengumpulkan uang yang ‘cukup’ untuk menemui wali sang pujaan hati.
Kiri: Azhar Kanan: Vidia Nuarista (Foto ini diambil ketika mereka sudah sah menjadi suami istri, ya)
dok. Google
Dan berkat keberaniannya itu, Allah memudahkan urusannya hingga ia bisa menikahi sang pujaan hatinya. Awal menikah, mahasiswa gizi itu masih belum bekerja dan masaih kuliah. Ia fokus menjual hasil karyanya demi bisa memberikan nafkah kepada istri tercintanya. Aih, baper asli dah ini namanya hahahahha.

Tuhan Maha Romantis, Kisah Nyata yang Menyatu dengan Kata

Azhar berhasil merangkumkan kisah penantiannya yang mengagumkan. Perjuangannya yang luar biasa gigih demi bisa meminang pujaan hatinya berhasil membuatku luluh. Jadi pengen satu yang kayak Azhar, yang berani mengetuk pintu dengan teramat sangat pasrah terhadap apapun keputusan yang akan ia terima. Dan taaraaaa!! Sekarang sudah ada si Salman, buah cinta mereka berdua setelah 3 tahun penantian.Gembul pisan euy si Salman hahah.
Ini ketika Salman lahir
dok. IG: @azharnurunala
Btw, Salman adalah salah satu nama masjid yang aku harapkan kelak bisa menjadi saksi kunci momen “qobiltu” alias akad nikahku. Berharap boleh kan ya siapa tahu ada yang baca dan ingin mewujudkan hihi. Jomblo mah bebas berimajinasii hahaha.
Koleksi karya Azhar
dok. Google
Hingga sekarang, meski Azhar telah melahirkan banyak buku, tetap saja, Tuhan Maha Romantis menjadi buku yang sangat kurekomendasikan untuk dibaca teman-teman semuanya. Terutama yang masih jomblo *lah. Buku ini teramat sangat inspiratif untuk yang ingin segera berdua, tetapi masih terpisah jarak dan waktu alias belum halal. Buku ini bisa menjadi bacaan yang melegakan hati karena juga diselipkan ayat-ayat penggugah nurani yang bisa membuat teman-teman kembali belajar sebenarnya apa yang harus kita lakukan untuk bisa menjadi sebaik-baik jomblo.
Ada lagi kalimat yang bikin klepek-klepek buat jejombloan atau yang sudah menikah:
“ketika ekspresi rindu adalah doa, semua cinta adalah jalan surga”
-Azhar Nurun Ala
Tulisan yang penuh dengan unsur kejombloan ini akhirnya selesai berkat mba Vita Pusvitasari dan mba Anita Lusiya Dewi yang sangat baik hati memilihkan tema tentang buku favorit di kehidupan sehari-hari. Dan jawabanku masih sama, Tuhan Maha Romantis masih menjadi buku yang ingin kubaca berulang kali. Sebab, membaca kisah cinta Azhar dan Rista itu seperti dibukakan kisah cinta impian yang kelak bisa jadi nyata.
Namun, sepertinya aku harus membeli ulang bila ingin membaca lagi. Pasalnya, buku itu telah berpindah kepemilikan ke anak didikku yang kuharapkan bisa menjadi seperti Azhar, yang mencinta dengan menjaga dan mewujudkan impian dengan tetap bertahan. Semoga laki-laki jomblo bisa ikut membaca kisah romantis mereka, ya. 
Salam,

6 Comments

Leave a Reply to Dwi Septianingsih Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s