Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan

Who said that belajar membatik itu susah? Nyatanya, membatik itu nggak susah. Tapi, susah banget hahaha. Yes, dibalik karya-karya indah yang sering kita pakai selama ini, mulai dari kebaya, rok, pakaian sarimbit, selendang dan ragam batik lainnya itu terdapat wanita-wanita yang sudah expert di bidang seni. Yang kalau boleh aku bilang, mereka itu tidak hanya mencurahkan seni yang ada dipikirannya. Mereka, para pengrajin batik membuat batik dengan cinta. kok bisa? Aku sudah nyoba dan ternyata susaaaahh, eh nggak susah bangeeettt hahahha..
Jadi ceritanya, aku dapat freepass dari Mas Haris dan Mas Aryo untuk ke Pekalongan. Yaudah deh, pas lagi kosong juga akhirnya aku ke Pekalongan. Daaaaannnnnn di hari H di mana aku naik kereta pagi, ternyata ketinggalan kereta, hm hm hm.. Ditinggal kereta di depan mata lagi, nyeseeeek puolll hahahah..
Singkat cerita, awalnya yang aku harusnya sudah berangkat setengah 7 jadi molor ambil kereta jam 9. Daaannn tiketku yang dibayarin jadi hangus dan beli tiket baru huhu *dasaranakgratisan* yhaaaaa. Akhirnyaaa setelah menempuh satu jam perjalanan sampailah aku di kota yang sebelumnya aku belum pernah ke sana, Pekalongan. Kota Batik yang memang terkenal karena koleksi batiknya yang luar biasa bagusnya.

Mampir ke Museum Batik Pekalongan

Tempat pertama yang aku kunjungi bareng mas-mas tour guide-ku ini adalah ke museum batik. Kata mereka,
“Kamu belum pernah kan ke museum batik?”
“Belum,”
“kesana, yuk…”
“Manuuttttt….”
Akhirnya, sampailah kami ke museum batik Pekalongan. Tiketnya murah, cuma 5.000 saja perorang dan hanya diminta mengisi buku tamu. Gampang, kan?

Di museum batik Pekalongan itu isinya per ruangan yang isinya batik-batik sendiri-sendiri macamnya. Alias beda-beda dan nggak sama antara ruangan satu dan ruangan yang lainnya. Tempatnya rada creepy, sih. Mungkin karena sepi dan di dalamnya ada manequin cewek pake batik. Kan serem yha kalau di ruangan yang remang-remang gitu mbaknya terus gerak hahahahah *lupakan*…

Belajar Membatik di Museum Batik Langsung Menggunakan Malam

Oiya, di awal, di ruangan pertama, ruang pamer 1 namanya, aku juga disuguhkan beragam kain, ukuran canting sampai bahan utama untuk membatik. Jadi tu banyak banget. Dan ada juga kok pewarna pewarna alami dan buatan yang dipamerkan di ruang pamer. Ada jenis jenis batiknya juga. Kece sih, cuma ya itu creepy-nya nggak tahan aku hahah. Apalagi pewanginya masih pakai pewangi alami yang baunya kayak menyan. Jadilah makin creepy huahahahahha..

Penakut? Nggak, aku cuma parno kok. Ngeles banget, ya? hahaha padahal mah aslinya emang takut-takut gitu. Karena kalau sendirian kerasa banget sepinya. Aku aja bertiga rasanya sepi banget, gimana kalo sendiri yak.

Oh ya, untuk bisa mencoba membatik pengunjung tidak dikenakan biaya, lho. Di ruang membatik sudah disediakan kain sampel, canting berbagai ukuran, dan malam untuk membatik. Tinggal gambar pola, dan belajar membatik, deh. Kesulitan bagi pemula adalah menggambar pola di atas kain. Jelas dong, gambar di media kain nggak semudah gambar di media kertas. Jadi, harus hati-hati.

Apalagi, membatik langsung dengan canting itu harus siap panas. Soalnya, malamnya dipanaskan di atas api langsung. Nggak da negosiasi, deh. Hahahaha..

10 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s