Petunjuk Itu, Ada Jika Kau Mau Membaca

“Semoga berhasil ya, miss dream cather 🙂
Semua mimpimu menakjubkan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kau pilih”

Doamu adalah kekuatan bagiku. Jikalau boleh aku merindui satu jiwa yang akan membawaku ke SurgaNya sebagai seorang sahabat yang sempurna, maka kupilih kamu Halim Faqihudin An-Nasr. Kau adalah sahabat yang tak pernah banyak kata untuk menyampaikan dakwah. Kau tak pernah protes ketika kami semua menyetel musik dengan volume tanpa ampun sedang kau tengah tilawah dan mentadaburi kitabNya.
Aku sekalipun tak ingin menodai persahabatan kita dengan rasa cinta. Aku hanya kagum sekaligus bersyukur pernah bertemu denganmu kawan yang luar biasa mengagumkan. Aku yakin, kelak Allah akan mengirimkan bidadari dunianya untuk menemanimu melangkah lebih dekat menuju surga-Nya. Mengamanahkan anak-anak untuk kemudian kalian bimbing mnejadi anak sholih-sholihah, hafidz-hafidzah.

Panggilan itu hanya bisa kukenang karena aku bukan lagi aku yang dulu, Lim. Kamu tau? Aku kehilangan banyak hal setelah masa STM berakhir. Aku ingin rasanya menanyakan ini itu padamu dan berharap abi dan umimu mampu memberikan saran kepadamu yang lalu kau sampaikan padaku. Kamu apa kabar,Lim? Sudah berapa juz sekarang? Jangan lupakan aku yang pernah belajar bersamamu dan kawan-kawan lain ya. Menjadi satu tim debat dan maju tingkat provinsi meskipun kalah. 
Rudi sekarang jadi orang hebat lho, Lim. Dia sudah sukses ke luar negeri mewakili kampusnya. Keren deh pokoknya. Taufik juga sudah sukses dengan menjadi trainer CISCO. Ikhwan juga. Safitri sebentar lagi mau punya dedek, Lim. Ghani juga sudah menikah. Aulia juga sudah menikah. Ah, banyak sekali ternyata ya kawan-kawan seperjuangan kita.
Lim, aku ingin dipertemukan dengan sahabat sepertimu lagi. yang bisa menjadi teladan untuk bisa jadi lebih baik dan lebih baik lagi. Doakan aku terus ya, Lim. Selipkan nama kami dalam tiap doamu. Kutunggu kabar beritamu kelak kamu jadi imam di Masjidil Haram, Lim impianmu. Barakallah ya. Aamiin 🙂

*****
Memang, manusia itu lalai karena kesehatan dan waktu luang. Mereka seolah-olah begitu mudahnya terbuai ketika rejeki sudah Allah jaminkan kepada mereka. Seolah lupa siapa yang telah memberi mereka kenikmatan seindah itu. Termasuk aku. Aku adalah satu yang lalai dan lupa bahwa semua itu karenaNya.
Aku, yang tengah kehilangan petunjuk, tiba-tiba Allah memperkenalkan mas Azhar Nurun Ala. Salah seorang orang pilihan yang bisa mengoyak batinku. Sukses, aku jatuh cinta. Cinta yang berupa kekagumanku ketika tahu bahwa dia adalah lelaki ideal yang tak pernah menjadikan Allah tempat pelarian ketika kesedihan melanda. Tapi juga menjadikan Allah sebagai sumber bahagia.
Beberapa waktu lalu ketika sampai di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Aku mengikuti seminarnya. Ya, aku bela-belain ke Solo demi bertemu dengannya. Gila, tapi Allah seakan menuntunku kesana. Dan benar saja. Aku dibuat jatuh cinta bukan main dari caranya berbicara, bercerita dengan gaya dakwahnya yang mengajari tanpa menggurui.
Bekal yang diberikan orang tua mas Azhar memang bikin iri. Aku kadang ingin memprotes takdir mengapa aku tak bisa seperti mereka yang hebat. Tapi, ah sudahlah Allah tau yang terbaik.
di Akhir acara seminar, ada satu yang menggetarkan hati. Ada pertanyaan dari salah seorang peserta seminar. 

“Mas Azhar, sebenarnya petunjuk itu dicari atau ditunggu sih?”

Expektasiku mas Azhar akan menjawab sama dengan Ria Ricis sebelumnya. Ya, dua-duanya. Tapi aku salah. Dia menjawab dengan biijak dan menggetarkan hati.
Hidayah itu ada, sudah Allah siapkan untuk kita. di Al-Qur’an surat Al-Baqarah. Dzaalikal kitabula raibafiih. Hudallil muttaqin. 
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa.”
Petunjuk itu nyata, katanya mantap. Tinggal kita manusia ini mau mempelajari atau enggak. Kan manusia tu kalo bingung ngakunya ngga dapet petunjuk. La wong liat kitab aja nggak mau, kok mau dapet petunjuk. Lebih baik, sebelum nanya sama manusia, tanya sama hati dulu. Udah ngaji belum? Klao udah, baru deh rasain bedanya dituntun sama Allah langsung lewat Al-Qur’an. Di tadaburi, di abca tafsirnya, dirasain deh
Rasanya tau dia ngomong gini tu kayak lagi di acara ceramah Ust. Yusuf Mansur. Adeeeeemmmmmmmmmmmmmmmm banget dah. Ya Allah, terimakasih sudah membawaku ke Surakarta. Terimakasih Engkau selalu memberikan kejutan tak tertuga.

from Blogger http://ift.tt/1XFWnfu
via IFTTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s