Seorang Saja

Ada dua hal yang mempengaruhi tingkat kelihaian penulis mnegobrak-abrik hati para pembacanya. Pertama : Ia sedang bahagia Kedua : Ia sedang bersedih

Dan aku sedang merasakan bagian kedua hingga pagi ini jemariku sudah ingin menulis meski aku tak tahu apa yang ingin kutulis. Ada luka yang masih menganga, yang belum sembuh entah sampai kapan. Seperti terkena percikan air garam kemudia minta untuk dimanjakan agar tak lagi ada yang berani menyentuh lagi.
Bohong bila rasanya aku bisa hidup sendirian. Bohong bila nampaknya kesunyian yang kucipta seolah makin membuatku tumbuh menjadi wanita kuat. Aku, butuh seseorang.
Aku hanya butuh seorang saja
Satu yang akan kujajdikan labuhan airmataku
Satu yang akan kujadikan tempat mencari kekuatan ketika kucium tangannya
Satu yang akan menguatkanku dengan kecupannya
Satu yang akan selalu ada untukku
Satu yang selalu bahagia melihatku tersenyum
dan
Satu yang menguatkanku ketika pipiku mulai basah

Ada airmata yang tertahan, sesak di dada tapi tak bisa dijelaskan. Ingin rasanya pergi ke suatu tempat yang disana aku bisa dengan puas untuk meluapkan semuanya. Masjid, aku butuh kesana. AKu butuh melabuhkan semua rengekanku kepadaMu.
Cukup Engkau, aku tak butuh manusia yang perlu berkali-kali dipaksa mengerti baru mereka mengerti namun masih saja tak mengerti. Cukup Engkau yang Maha Tau, yang Maha Mengerti meski aku tak bersuara. 
Aku ingin memelukMu dan mu

from Blogger http://ift.tt/1XA4avd
via IFTTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s