Doa

doa

-Meski memang semuanya sudah digariskan oleh Allah, termasuk daun yang jatuh sekalipun, aku tetaplah seorang hamba yang hanya bisa meminta, dan berharap lantas menyampaikannya lewat sebaris, dua baris, hingga berlapis-lapis doa-

Maka apa-apa yang telah ditetapkan olehNya, harusnya aku bisa berlapang dada menerima. Karena tolak ukur dari segala kebaikan adalah baik menurutNya

Aku tak cukup bisa menjadi Aku, tanpaNya

Aku tak cukup bisa menjadi Aku, jika Aku bukan hambaNya

Maka tak cukupkah nafas yang selama ini bisa kurasa menjadi bukti cintaNya atasku?

Aku terpaku.

Maka dalam doa yang kusebut setiap kali dengan frekuensi yang entah setinggi apa aku kadang tak mengerti

Semoga bisa menjadi jembatan atas mimpi-mimpi

Atas pengharapan yang tak kunjung dikabulkan

Atas godaan yang ingin kulenyapkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s