Kuliah Itu Cari Absen Atau Cari Ilmu?

Ehmm.. bicara tentang kuliah sudah pasti membicarakan tentang dosen, mahasiswa dan tentunya sebuah sistem yang mengikat semuanya menjadi satu kesatuan utuh ya guys.. Nah, disini saya sebagai pelaku dalam dunia perkuliahan alias mahasiswa mau sharing nih seperti apa sih dunia perkuliahan itu. Menyenangkan atau menyedihkan? Lets see….

Bicara soal kuliah, lekat sekali dengan uang yang mahal, yaps memang sebagai mahasiswa yang meyandang status mahasiswa mandiri karena harus bayar segala sesuatu sendiri membuatku menjadi mahasiswa super tegar di kampus *halah lupakan 😀

Sebenarnya, apa sih yang terpenting dari sebuah perkuliahan?
Memang, esensinya, kampus itu menjadi tempat untuk belajar mengajar serta untuk mengembangkan diri menjadi pribadi baru yang lebih siap bersaing di dunia luar bukan?
Saat ini saya menyandang sebagai mahasiswa semester dua jurusan ilmu komunikasi Unika. Dimana sih? Halah kampus ungu yang keren itu loh yang teduh banget karena diiringi pohon bambu di pinggiran. Masih belum tau juga? Itu lho yang banyak cici cantik sama koko gantengnya 😀
Balik lagi kepada esensi kuliah, hingga saat ini saya masih belum menemukan klik tentang sebenar-benarnya makna kuliah guys. Kenapa? Karena banyak hal yang entah kenapa kadang eh sering maksudnya bikin aku males kuliah. Bukan tidak menghargai kesempatan dan uang, tapi ya itu, rasanya ada hal yang tidak atau mungkin belum aku temukan dari sebuah sistem perkuliahan.
1. Ke kantin yuk, suntuk nih di kelas
    Ini adalah sebuah ajakan sesat sederhana yang terbisik dari setan entah itu setannya temen kita atau diri kita sendiri yang jadi setan kwkwkw. Jadi, bukan hanya satu dua kali saya melihat mahasiswa itu lebih menikmati suasana di kantin daripada di kelas. Berikut cuplikannya :
A : mahasiswa satu
B : mahasiswa dua
*ceritanya belum masuk kelas*
A : “bray, nanti ke kantin yuk, dosennya boring ih,”
B : “gile lu, nggak ah, absen ntar gimana coba?”
A : “halah, tasnya taruh aja di depan kelas, ntar kalo udah di absen kita ijin ke toilet gitu, tapi nggak balik k kelas,”
B : “……”
Yang penting absen vroohh *forzaaaaa
2. Dosennya siapa sih? Titip Absen yah…
   Hahhaah judul headingnya sudah tidak menyenangkan sepertinya ya, tapi ya inilah yang terjadi terutama sama diri saya sendiri. Dosen juga menjadi penentu kenapa kuliah itu menyenangkan atau tidak. Loh kok bisa? Ya bisa dong…. Pembawaan materi yang easy listening tentu saja akan membuat kita (mahasiswa) enjoy dengan materi apapun dan seberapapun sulitnya itu. Entah ya kalau kalian, tapi saya selalu berusaha mengerti karakter dosen *halah…
A : saya
B : teman
*lagi banyak kerjaan, dikerjar deadline*
A : “Eh, ini mata kuliah apa sih?”
B : “mata kuliah *sensor* brooooo,”
A : “Ahhh, bu ini ya?
B : “Iya, kenape?”
A : “Nitip absen dong, lagi deadline nih, kalau masuk juga sayang, jelasiinya ga jelas.. Mending ngelarin kerjaan kan, soalnya tar di kelas pasti ngantuk *danberbagaialasanlain”
Ini itu sebenernya apa sih yang dikejar? Ikut kuliah cuman buat absen doang?
3. Dosen : “Hari ini saya ada rapat, kalian saya beri tugas ya. Saya absen dulu, kita masuk 5 menit lalu pulang,”
   Ini apa – apaan coba? Hahahaha…. Saya sih bahagia kalau ndak ada kuliah, tapi kalau keinget betapa susah mbayarnya itu loh *sakitnyatuhdisini* hiks. Belum lagi mereka yang sudah jauh – jauh naik angkot ke kampus cuman atau satu mata kuliah dan dosennya bilang gini? Uuuuuuuwww pediiihhh…. hahahahha
Tulisan ini bukan maksud untuk merendahkan kok pak buk, hanya saja saya merasa lucu hihi..
Lalu apa sih esensi kuliah sebenarnya? Tiga cuplikan di atas adalah contoh kecil betapa kita masih belum paham betul sistem yang kita jalani. Kuliah itu kan bukan sekadar dosen butuh atau mahasiswa butuh kan ya? Tapi, mahasiswa dan dosen punya keterikatan untuk saling membutuhkan satu sama lain. Tentunya sih simbiosis mutualisme dong…

Memang sih, kalau dari pengamatan yang telah saya lakukan *halah. Absensi itu pertama dan utama dalam dunia perkuliahan. Bisa dibayangkan, jika kita mengerti materi sebaik apapun, nilai tugas setinggi apapun, kalau absen kurang dari 75% akan dipastikan gagal untuk bisa ikut ujian akhir semester. *dyaaaaaarrrrr* tambbah pusing nggak sih dengan kenyataan sistem perkuliahan yang sudah mendarah daging? Hahhahaha…

Dosen itu yaaaaa melakukan kewajiban mengajar dan mendapatkan hak gajinya, dan tentu mahasiswa juga berkewajiban membayar kuliah dan mendapatkan hak untuk mendapat ilmu dari dosen. Nah, kalau gini kan enak, ya to?

Sayangnya salah kaprah yang sudah menjadi budaya ini seolah sudah sangat wajar di dunia perkuliahan. Atau memang aku saja yang neko – neko terlalu banyak menuntut yah? Heheu. Yang jelas, hidup pulang gasiiiiiikkkk, forza titip abseeeennnn, bravo kelas kosoooooooong 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s