Upacara pembukaan PTMB UNIKA Soegijapranata


Yeaaaaah, akhirnya momen yang ditunggu benar – benar menjadi nyata. MAHASISWA!! setelah postingan beberapa bulan silam tentang kejenuhan saya dengan mahasiswa kini saya bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang belum seutuhnya hehehe. kok bisa belum seutuhnya? Iyah, karena ini baru hari ketigaku masuk kuliah dan masih gagu dengan kegiatan kampus yang katanya banyak hihihi 🙂

PTMB ( Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru ) adalah sebutan kece untuk OSPEK Unika Soegijapranata. Kmappus tercinta yang kini akan menjadi media untuk menuntut ilmu dan menggapai cita – cita. ceileeeeehhh bahasanya tinggi bener yak.. wkwkwk

Yups, kegiatan PTMB dilaksanakan mulai dari tanggal 11-15 Agustus 2014 di Kampus Ungu ini. Sebe;lum melaksanakan PTMB ada tehmet PTMB yang dilaksanakan di gedung Albertus yang juga merupakan AULA Kampus ungu ini. Setelah benar – benar di tempatkan pada AULA untuk mendengarkan beberapa pengarahan dari para dosen dan senior SMU dan BEMU, pembukaan PTMB pun dimulai. 

Tepat tanggal 13 Agustus 2014, kami mahasiswa baru kampus ungu diminta untuk mengenakan pakaian ketika upacara pembukaan PTMB berlangsung. Dan benar saja, ini bukan hanya sekedar tren atau sebuah gaya – gayaan dari kampus UNIKA Soegijapranata. Permintaan kampus supaya maba mengenakan batik ini ternyata dijadikan ajang sebagai media untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat lokal, maupun masyarakat internasional. Nah, keren bukan?

Batik yang dikenakan mahasiswa baru ini berasal dari berbagai daerah. Corak dan motif yang beragam menunjukkan keseragaman mahasiswa baru berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya yang berbeda dan dipertemukan dalam sebuah kampus UNIKA Soegijapranata. 

Seperti yang dikutip pada website kampus, diterangkan bahwa Rektor kami Prof. Budi Widanarko menerangkan bahwa ” Kami sengaja meminta mahasiswa baru untuk mengenakan baju batik karena baju batik sebagai simbol budaya lokal dan kebersamaan sekaligus mengkampanyekan bersama mahasiswa yang berasal dari luar daerah”.

Puji syukur kepoda Tuhan yang Maha Esa – yang telah memperkenankan kita untuk berkumpul dalam perhelatan meriah ini.
Selamat pagi saya ucapkan kepada para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga Kepala Biro/UPT, segenap dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa sekalian
Secara khusus saya mengucapkan selamat datang di Kampus Soegija kepada seluruh mahasiswa baru – angkatan 2014 – UNIKA Soegijapranata. [In particular, please allow me to warmly greet the new students of 2014. It is indeed a great pleasure for us – lecturers, staff and “senior” students – to have you all here this morning – welcome to our campus! welcome to the campus of SOEGIJA!
Seeing a large crowd of students, it reminds me of a famous quote about education by Henry Brougham: “Education makes a people easy to lead, but difficult to drive; easy to govern but impossible to enslave”. [Pendidikan membuat manusia mudah dipimpin, tetapi sulit untuk diperbudak]
It is indeed a straightforward and explicit quote, however, it’s quite challenging -if not too difficult – to realize. And one of the primary tasks of a university is exactly that – namely to groom young men and women to become responsible citizens who can think and act independently – by utilizing their knowledge and upholding a set of good values.
Starting from today, all of you – the new students – are belong to a campus which has a special motto “Talenta pro patriaet humanitate – Talents for the country and humanity – Talenta untuk tanah air dan kemanusiaan”. It is, of course, not a coincidence if the theme of this year’s orientation week (PTMB) \s “membangun kemanusiaan” or “cultivating humanity”.
If we look at what happened in the world righrt now, clearly, we are witnessing many many chaleenges for humanity, including – among other – the Gaza never-ending conflict, thw rise of a new form of terrorism – as represented by the ISIS in Iraq and Syria, the South China Sea tension, the Ebola outbreak in africa, and – not to forget – the presidential race dispute in our own “backyard”, just to name afew. The dispute over the result of last moth’s presidential race has shifted from a mere political problem to a wider spectrum of humanuty crisis. We can see clearly that this political crisis is actually rooted in the very essence of human nature particularly power-greediness, honesty, fairness, anger and envy.
Education, including university education, is expected to equip the educated individuals with the capability to make discernment or proper judgment about humanity issues. Those who can undergo a process of discernment are actually pioneers in the society. In other wordsJthey convey the good news to the society.
I do hope that through this 3-day orientation program (PTMB) the new students will have a chance to learn about and to reflect on humanity issues, and at the same time to explore the multi facets of this campus. In this opportunity, I would also like to encourage the “senior” students – the PTMB committee – to lend a hand to their new fellow students to better understand th
e true campus life. Since we are working on “cultivating humanity” theme, I am very sure that this orientation program (PTMB) will be free of violence, be it physical or verbal, lam really thankful to the students committee for their willingness to cooperate in this humanity mission.
Finally, I wish you a very meaningful orientation program. God Bless us all.
Semarang, 13 -08-2014

Budi Widianarko Rector

Berikut adalah penampakan kampus UNIKA pada saat upacara pembukaan PTMB





Sekian dulu ya guys, akan ada updated selanjutnya dari blog saya ^_^

Regards,

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s